3 Sahabat Manusia part2

Tapi Tom merasa bahawa ia masih punya 2 orang sahabat lainnya. Maka pergilah Tom ke sahabat keduanya, sahabat yang tidak begitu spesial, sahabat yang ia perlakukan biasa-biasa saja. Sampailah Tom di rumah sahabatnya tersebut, lalu ia berkata, “Sahabatku, maukah kau mengantar aku ke pengadilan, aku sedang terlibat sebuah kasus.?”. sahabatnya menjawab “Baiklah aku antar engkau, tapi hanya sampai pintu pengadilan saja, setelah di dalam pengadilan silahkan hadapi sendiri.” begitu jawab sahabatnya, maka kecewa lagi Tom, ia merasa sendiri saat ini, ia berfikir untuk meminta bantuan kepada sahabatnya yang ke 3, tapi ia merasa malu jika harus meminta bantuan kepada sahabatnya yang terakhir ini.

Karena waktu semakin mepet, maka ia pun memberanikan diri untuk mendatangi sahabatnya yang ke 3, sahabat yang sangat jarang ia perhatikan, sahabat yang selalu ia acuhkan, sahabat yang hampir hilang dari dirinya.

Sampailah ia di rumah sahabatnya yang ke 3, lalu ia berkata kepada sahabatnya. “wahai sahabatku, sesungguhnya aku malu pada dirimu, tapi mau kah kau menemaniku, aku sedang ada masalah, pengadilan memanggilku, mau kau menyertaiku dalam menjawab pertanyaan pengadilan.?” sahabatnya pun menjawab ” baiklah, aku yang akan membantumu menghadapi persidangan, bahkan kau tak perlu berkata apapun, cukup aku yang selsaikan masalahmu ini”. Betapa terkejutnya Tom mendengar jawaban dari sahabatnya yang terakhir ini, ia sangat menyesal kenapa tak ia perhatikan sahabatnya yang ke3 ini, ia sungguh terharu dan menangis menyesali perbuatannya terhadap sahabatnya yang ke3 tak menyangka ia bahwa sahabanya yang ke 3 lah yang akan menolongnya.

Bladerrr sekalian kalau kita lihat baca cerita dari si Tom ini, sangatlah mirip dengan kehidupan kita (manusia). Manusia memiliki 3 sahabat dekat, yaitu Harta, Keluarga, Agama. Sahabat kita yang pertama yaitu harta menjadi sahabat paling penting, paling sering kita perhatikan, bahkan kita menghabiskan sebagian waktu kita untuk harta kita. Sahabat yang kedua kita adalah keluarga kita, perhatian terhadap keluarga hanya kita lakukan dengan wajar saja, bahkan ada orang yang lebih mementingkan harta dibanding keluarganya. Sahabat kita yang terakhir adalah agama kita, ini yang sering kita lupakan, perhatian terhadapnya sering tergeser oleh kepentingan sahabat kita yang lain.

Sampai suatu ketika pengadilan memanggil kita, yaitu kematian kita. Kita meminta bantuan kepada harta kita, harta hanya mengatakan maaf itu bukan urusan saya. Minta bantuan kepada keluarga kita, keluarga kita hanya mengantar sampai kuburan saja. Tapi agama kita lah yang akan mendampingi kita kelak, yang akan membantu kita menjawab setiap pertanyaan dari malaikat.

Oleh karena itu Bladeerr, saatnya kita memberikan perhatian lebih terhadap agama kita, agar kita tidak menyesal di akhir perjalanan kita di dunia.šŸ™‚

Perihal

just 4 fun

Ditulis dalam Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s