Pengetahuan dasar tentang listrik 1

Teori Atom

Untuk mempelajari listrik dan elektronika ada baiknya kita mengetahui tentang teori atom secara sepintas. Wujud benda di muka bumi ini dikelompokkan menjadi 3 bagian yaitu, pada, cair, gas. Jika suatu benda dipecah-pecah menjadi bagian terkecil maka bagian terkecil itu disebut molekul.

Molekul biasanya merupakan persenyawaan dari atom-atom yang sejenis maupun berlainan jenis. Contohnya, molekul air rumus kimianya H2O, mempunyai 2 atom hidrogen dan satu atom oksigen.

Pada abad ke 5 sebelum Masehi, seorang ahli dari Yunani yang bernama Demokritus mengemukakan bahwa benda paling kecil adalah atom. Kata atom berasal dari gabungan dua kata yunani, yaitu “a” dan “tomos”. Artnya, a = tidak dan tomos = terbagi. Dengan kata lain, atom berarti bagian terkecil suatu benda yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Namun, sejak abad ke 18 ternyata atom dapat diuraikan lagi dengan teknologi yang lebih modern. Maka dari penguraian tersebut atom dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1. inti atom yang terdiri atas unsur proton dan unsur netron;

2. inti kulit atom yang terdiri atas unsur elektron.

Dari hasil penyelidikan para ahli, ternyata kedua bagian tersebut mempunyai muatan listrik.

a. Proton bermuatan listrik positif (+)

b. Netron tidak bermuatan listrik, positif maupun negatif

c. Elektron bermuatan listrik negatif (-)

Proton dan netron bersatu di dalam inti atom (nukleon) oleh suatu daya yang disebut daya ikat inti. Elektron merupakan bagian terpenting dari atom karena elektron dan protonlah yang mengakibatkan adanya gejala listrik.

Proton akan selalu menarik elektron karena muatannya tidak sejenis. Elektron dapat terlepas dari ikatan atom lainnya yang disebut elektron bebas.

Elektron bebas ini berpindah dari inti atom yang satu ke atom yang lain dengan mengelilingi inti atom pada lintasan terluar. Kemampuan suatu unsur mengikat unsur lain ditentukan oleh elektron yang berada pada lintasan paling luar yang disebut elektron valensi.

Elektron mempunyai sifat mudah berpindah tempat apabila ada energi lain yang mempengaruhinya. Perpindahan elektron dari atom satu ke atom yang lain disebabkan oleh kelebihan dan kekurangan dalam atom-atom tersebut. Atom yang kelebihan elektron disebut atom bermuatan listrik negatif (-), sedangkan atom yang kekurangan elektron disebut atom bermuatan positif (+). Atom yang bermuatan listrik ini disebut ion.

Bahan yang mengandung elektron bebas disebut konduktor atau penghantar karena elekronnya mudah terlepas. Contohnya, tembaga, perak, emas, alumunium dan sebagainya.

Pada bahan yang elektronnya sukar bergerak meninggalkan protonnya disebut isolator atau penyekat. Contohnya, plastik, karet, ebonit, fiberglass dan sebagainya.

Bahan yang elektronnya kadang-kadang bergerak dan kadang-kadang tidak bergerak disebut semi konduktor atau setengah penghantar. Contohnya, germanium dan bismut.

 

(Elektronika: Drs. Dadi Suryana, Drs. Ferdinand M, Drs. Ervin Narto)

Perihal

just 4 fun

Ditulis dalam Elektronika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s